ANTI VIRUS AVG 9 akhirnya dirlis juga(+link n download)

AVG 9.0 Free

Setelah awal Oktober kemarin AVG merilis antivirus versi baru AVG 9 yang berbayar, akhirnya saat ini mereka merilis AVG 9.0 Free, yang berarti kita gratis download dan menggunakan Antivirus ini (Untuk penggunaan personal). AVG Free 9 merupakan perbaikan versi 8, terutama pada performa aplikasi.

Salah satu perbaikan adalah kecepatan. AVG mengklaim bahwa versi 9 ini lebih cepat sampai 50% dibanding versi 8.

AVG-Free-9

Dibanding versi-versi sebelumnya, AVG Free 9 mempunyai ukuran file installasi lebih besar, sekitar 71-72 MB. Untuk bisa menjalankan AVG 9 Free ini, sistem operasi yang diperlukan, minimal adalah :

- Windows 2000 Professional SP4 + Update Rollup 1
- Windows XP Home Edition SP2
- Windows XP Professional SP2
- Windows XP Professional x64 Edition SP1
- Windows Vista (x86 and x64, all editions)
- Windows 7 (x86 and x64, all editions)

Kemudian Hardware (perangkat keras) komputer yang diperlukan minimal adalah sebagai berikut :
- Intel Pentium CPU 1.5 GHz (rekomendasi 1.8 GHz)
- RAM (Memory) 512 MB
- 450 MBspace hardisk untuk installasi ( rekomendasi 550 MB)

Proses Update

Seperti sebelumnya, AVG menyertakan update online maupun manual (offline). Untuk versi Free, proses update online (secara otomatis) terjadi setiap hari dan tidak bisa di ubah, kecuali hanya waktu atau jam-nya saja. Untuk Update Manual, bisa download file-file udpate dari link berikut :

- http://free.avg.com/ww-en/download?prd=afg#tba3

Alternatik link Update AVG 9.0
- http://guru.avg.com/softw/90free/update
- http://bguru.avg.cz/softw/90free/update

Download AVG 9 Free Edition (71.2 MB) (pilih salah satu) :
- AVG 9 Free dari CNET
- Direct download : AVG Free 9.0.686 (server AVG)

Jika ingin tahu apa perbedaan antara yang gratis dan berbayar, bisa melihat informasi Perbandingan AVG Free, AVG Antivirus, AVG Internet security (ebsoft.web.id)


Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

mendeteksi dan mematikan virus secara manual

Beberapa waktu lalu komputer adik saya terkena virus yang cukup menjengkelkan. Antivirus yang terpasang tidak mampu mendeteksi, update pun gagal sampai install ulang Antivirus juga tidak berhasil. Akhirnya saya mencoba mematikan virus secara manual dengan bantuan program Autoruns.

Bagi yang belum punya program ini bisa download Autoruns.zip (576 KB), yang bisa dianggap program “wajib” bagi saya.

Cara berikut mungkin hanya salah satu dari berbagai metode yang ada dan yang biasa saya gunakan. Secara garis besar, saya membagi cara mematikan sumber virus secara manual tanpa antivirus ini kedalam dua langkah, yaitu : Mendeteksi sumber virus atau file yang mencurigakan (dianggap virus) dan Cara Mematikannya.

Langkah Pertama, Mendeteksi Virus

Sebagian besar komputer yang terinfeksi, bisa diketahui sumber virus yang aktif di komputer dengan program seperti Autoruns. Jalankan program autoruns.exe. Jika program tidak berjalan, coba rename file autoruns.exe dengan nama lainnya. Jika tetap gagal, bisa menggunakan program sejenis lainnya.

Setelah Autoruns dibuka, bagian yang terpenting disini dan akan digunakan adalah tab Logon, karena disinilah ditampilkan berbagai program (aplikasi) yang berjalan otomatis ketika kita menjalankan windows.

autorun-logon

Adanya tanya cek menunjukkan bahwa program tersebut aktif dan otomatis dijalankan ketika Start Up Windows (Windows dijalankan). Jika tidak ada tanda cek, menunjukkan bahwa program tersebut sebenarnya ada dalam daftar start up, tetapi tidak otomatis berjalan ketika Start Up Windows.

Program Windows yang HARUS AKTIF

Ada beberapa program penting Windows di daftar Autorun yang harus aktif, jangan sampai tanda cek-nya dihilangkan atau bahkan dihapus. Biasanya letaknya ada di bagian paling atas, yaitu :

autorun-important

Alasan kenapa program tersebut jangan dihapus (perlu diaktifkan), bisa dibaca artikel Tips mendeteksi keberadaan Virus. Untuk memastikannya, yang perlu diperhatikan adalah “Autorun Entry” dan “Image Path”, terkadang virus menyerupakan dengan nama tersebut. Image Path adalah lokasi file-nya, jika namanya seperti diatas, tetapi lokasinya di folder lain, maka perlu di waspadai.

Mencari Sumber Virus

Berikut beberapa point yang bisa dilakukan untuk mencari sumber virus atau file mencurigakan yang dianggap sebagai virus :

  1. Periksa akan adanya Autorun Entry (daftar program) yang kita merasa tidak pernah menginstallnya. Misalnya saya pernah melihat ada yang namanya ffdshow.exe dengan lokasi (Image Path) C:\Program Files\K-Lite Codec Pack\, padahal di komputer tersebut tidak pernah di install program K-Lite Codec Pack. Maka kemungkinan itu salah satu sumber virus. Hal ini sering terjadi, misalnya ada aplikasi dengan folder Corel Draw, tetapi kita tidak pernah menginstall Corel Draw.
  2. Hilangkan tanda cek dari Autorun Entry yang mencurigakan, kemudian klik icon Refresh (F5). Jika tanda cek tersebut kembali aktif atau muncul daftar entry baru yang sama dan disertai tanda cek, kemungkinan itu adalah sumber virus. Cara ini terkadang harus ditunggu beberapa saat, atau aplikasi Autoruns di tutup dulu, kemudian setelah beberapa lama dibuka lagi untuk memeriksanya.
  3. Dari daftar Program Windows yang HARUS AKTIF sebelumnya, periksa akan adanya program lainnya di ketiga tempat yang saya beri garis merah. Pada Windows XP, seharusnya hanya ada 3 file diatas, yaitu rdpclip, userinit.exe dan explorer.exe dengan lokasi persis seperti Image Path diatas. Adanya tambahan lainnya menunjukkan kemungkinan sumber virus. Cek dengan point ke-2
  4. Sumber virus biasanya tidak hanya satu, sehingga perlu dicari daftar Autorun lainnya yang mencurigakan, baik dengan cara seperti point 1 atau 2. Misalnya di lokasi :
    • HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
    • C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup
    • HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
    • Dan lainnya, yang berada di bawah dari daftar Program Windows yang HARUS AKTIF di atas.

Setelah diperoleh daftar-daftar file yang mencurigakan atau tidak dikenal, tulis nama dan lokasi filenya yang bisa dilihat dari keterangan Image Path (program Autoruns) di kertas atau file text (misalnya dengan Notepad). Bagi yang belum terbiasa mungkin dafarnya akan banyak sekali. Tetapi hal ini tidak masalah

Menghapus daftar dari Autoruns tersebut hanya menghapus referensinya saja, jadi filenya (lokasinya disebutkan di bagian “Image Path”) tidak akan terhapus

Mematikan Sumber Virus

Setelah didapat daftar file-file yang mencurigakan, langkah selanjutnya adalah me-rename ekstensi file tersebut (jangan dihapus terlebih dahulu). Me-rename dari windows biasanya tidak akan berhasil, atau kadang kita tidak tahu ekstensi file tersebut dan tidak bisa ditampilkan

Cara yang biasanya selalu berhasil adalah melalui media lain. Misalnya menjalankan sistem Operasi langsung dari CD,DVD, atau Flashdisk. Misalnya CD Linux, CD Windows MiniPE, UBCD4Win dan lainnya. Atau bisa juga kita melepas Hardisk kita dan dipasang di komputer lainnya (yang bebeas virus) sebagai Hardisk kedua (secondary). Intinya agar kita bisa mengakses (membuka) file dan folder dari daftar yang kita tulis tanpa mengaktifkan Windows yang ada di hardisk, sehingga virus tidak bisa aktif.

Setelah kita bisa booting komputer dari media lain atau memasang hardisk di komputer lainnya, selanjutnya kita mencari file-file dari daftar yang telah kita buat. Sebelumnya aktifkan opsi untuk menampilkan semua ekstensi file jika belum kelihatan. Setelah itu, rename semua ekstensi file yang kita dapatkan. Misalnya nama_file.exe menjadi nama_file.exe.vir, viruz.dll menjadi viruz.dll.vir.

Setelah selesai semua, saatnya dicoba komputer tersebut ( kembali mengaktifkan windows). Periksa lagi dengan program Autoruns. Jika daftar yang kita tulis kembali muncul dan disertai tanda cek, atau masih muncul tanda-tanda komputer terinfeksi virus, mungkin ada beberapa program lain yang terlewatkan. Kadang kita harus mencoba beberapa kali. Jika komputer tidak berjalan, kemungkinan ada dafar file yang salah yang kita sertakan. Coba rename kembali file tersebut ke asalnya (hilangkan ekstensi *.vir)

Setelah berhasil dan tidak ada tanda-tanda virus berjalan, perlu diingat bahwa kita hanya mematikan sumber-sumber virus dan kemungkinan masih banyak virus di komputer. Langkah selanjutnya bisa dilakukan dengan melakukan scan dengan antivirus + update terbaru untuk mencari virus-virus yang masih ada di komputer. Dan ini mungkin harus menunggu sampai antivirus mampu mendeteksi virus tersebut.

Cara diatas biasa saya gunakan ketika antivirus tidak mampu mendeteksi adanya virus dan biasanya berhasil. Dan pengalaman juga ikut membantu keberhasilan menemukan sumber virus ini. Jika masih bingung atau belum yakin dari daftar autorun yang ada, silahkan di tuliskan dalam komentar, sehingga kita bisa saling membantu dan melengkapi.

Kategori Tips & Tricks, Virus | 7,179 views | 44 Comments | 30 September 2009 Oleh Ebta Setiawan
Ingin selalu mendapatkan informasi artikel terbaru lewat email ? Daftarkan email di RSS feed


Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

pakai 2 display untuk laptop

Pengguna laptop makin dimanjakan saja. Lihat saja persembaan terbaru Samsung, yakni monitor Lapfit. Monitor ini menyajikan display dual bagi pengguna laptop agar ia bisa melihat banyak situs web, dokumen, tool palette dan widget. Lapfit memungkinkan beberapa aplikasi berjalan simultan atau menampilkan film dan game di layar dengan format high-definition widescreen 16:9.

Monitor Lapfit ini bobotnya kurang dari 10 pound. Di bagian belakang terdapat penyokong terintegrasi yang bisa dimiringkan 10 – 40 derajat sehingga cocok dengan sudut pandang layar laptop Anda.

Dibesut dalam dua model, LD220G & LD190N, pengaturannya sederhana saja. Pasang saja kabel VGA standar ke LD190N yang dibandrol pada harga US$ 149,99. Pengaturan lain, seperti tingkat kecerahan, backlight, dan efek-efek warna, bisa dengan cepat dilakukan dengan menyentuh satu tombol yang menggunakan fungsi MagicColor, MagicBright, Color Effect dan Image Size.

Untuk LD200G yang dijual dengan harga US$ 249,99 dan mampu menghadirkan kualitas gambar 1080p, ada tambahan konektivitas USB melalui teknologi UbiSync Samsung. UbiSync memungkinkan pengguna untuk menancapkan dan mengelola banyak monitor tanpa menggunakan tambahan kartu video atau mengubah pengaturan sistem. LD220G juga bertindak sebagai USB hub untuk menghubungkan monitor atau periferala UbiSync lain.


“Monitor Lapfit kami menawarkan sinergi bagi para pengguna yang membutuhkan banyak layar,” kata Doug Albregts (Vice President. Information Technology Division, Samsung Electronics America Inc.). “Lapfit meniadakan kesulitan konfigurasi monitor eksternal saat memasangkan monitor LCD standar dengan sebuah notebook.”

Wiwiek Juwono


Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design